Pembaca blog saya umumnya adalah penggemar Linux, Java atau PHP. Singkatnya penggemar IT. Dan uniknya, para penggemar IT, sebagian besar, ingin bekerja hanya di bidang IT (meskipun tidak semuanya berhasil). Saya sendiri, meskipun berprofesi sebagai guru, tetapi selalu bersikap seolah-olah saya ini orang IT. Masalahnya adalah: Sampai di mana IT ini bisa mendukung dapur Anda? Benarkah IT yang Anda cintai telah mengepulkan dapur Anda?

Jika boleh jujur, saat ini porsi penghasilan saya yang paling besar adalah ‘ngamen’. Dan Anda mungkin saja bilang, “Wah mas, segitu sih kecil.” Tidak masalah. Benar, dari sekitar 2,5 juta pendapatan saya sebulan, hanya sekitar 700 ribu saja yang datang dari IT. Bagaimana dengan Anda? Mungkin pendapatan Anda 5, 6, atau 7 juta atau lebih? Tetapi berapa yang datang dari IT? Mungkin, Anda yang bekerja di bidang IT bilang, “Ya jelas, penghasilan saya 100% datang dari IT”. Tetapi apakah Anda mewakili semua pecinta IT?

Ternyata pecinta Linux, Java dan PHP tidak semuanya bekerja jadi tukang IT. Lalu, sebenarnya seberapa menguntungkan-kah IT itu?

Ternyata dari sekian banyak yang diuntungkan oleh IT, saat ini yang paling banyak diuntungkan adalah Internet Marketer. Sebenarnya trend ini sudah cukup basi, karena sudah banyak yang berpenghasilan di atas 50 juta rupiah (penghasilan Ketua KPK saja 60 juta minus 35%). Beberapa modalnya hanyalah Blog, seperti yang sedang Anda baca ini, yang kemudian dipasangin dengan program Afiliasi. Ada lagi yang lebih menguntungkan, agak lebih capek sih. Dan ini trend juga. Yaitu jualan produk via blog. Blog yang biasa dipakai untuk ini adalah Blogger (katanya paling menguntungkan), WordPress, Multiply dan Friendster. Yang dijual apa? Ya macam-macam, dari baju-baju anak, alat elektronik, hape, sampai produk-produk MLM. Ternyata yang terakhir ini cukup gencar juga. Pendapatannya gila-gilaan. Kalo dibanding-bandingin, dengan pendaatan saya, seperti istana pasir dibandingin gunung kapur. Begitu lah kira-kira analoginya.

Saya sebut istana pasir karena, pekerjaan (saya) yang bisa digolongkan ke IT itu kan terkesan hebat dan terhormat. Tetapi, setiap kali nengok tetangga yang udah pake mobil, sering ngiri juga. Apalagi kalo istri udah ngomongin mobil tetangga, males deh. Ternyata harga diri saya (sebagai programmer) tidak bisa memenuhi kebutuhan.

Lalu yang saya sebut gunung kapur adalah pekerjaan jualan itu tadi. Keliatannya gak hebat, gak intelek, tapi ternyata hasilnya ‘menggunung’. Jadi terpikir pengen pindah aliran. Sempat juga belajar marketing. Ilmunya: AIDA. Pernah saya publikasikan di sini.

  1. Attraction
  2. Interest
  3. Desire
  4. Action

Yang ternyata kok sejalan dengan halaman ini. Akibat omongan mas Joko Susilo, saya jadi terpengaruh nih.

Saya pengen coba-coba jualan. Ini iklan saya. Nanti hasilnya saya kasih tahu.

One Trackback/Pingback

  1. [...] Internet Marketing Posted in June 24th, 2008 by in Uncategorized Trend Internet Marketing Jadi terpikir pengen pindah aliran. Sempat juga belajar marketing. Ilmunya: AIDA. Pernah saya [...]

Tulis sebuah Komentar

*
*